LENTERA
malam kedua setelah sabit pertama saat langit menampakkan senyumannya
disisi taman kota ditemani hiruk pikuk kehidupan
sejenak aku berfikir, alangkah cantiknya menjadi kembang api
terlihat indah dan menawan memberikan kebahagiaan bagi siapapun yang menyaksikan
namun, bukankah kecantikannya hanya diawal?
saat sang bunga api meluncur apik menghiasi gelapnya malam
dengan berbagai keriuhan yang membuatmu tersenyum dan bersorak
dan setelahnya, saat dia menghilang kau pun turut meninggalkannya lalu berpaling
tipuan!
maka jadilah aku lentera
walaupun hanya seberkas cahaya remang namun dapat menuntunmu sepanjang malam
menemanimu berpijak dalam kegelapan
tak perlu kutampakkan keriuhan karna ku yakin kau tak membutuhkannya
lalu kuberikan kenyamanan didampingi kunang-kunang terbang silih berganti goreskan senyum diwajahmu
senyum yang kan selalu kurindu
sampai saatnya fajar datamg menjemput
dan sang lentera harus kembali meredup

0 komentar:
Posting Komentar